Minggu, 19 November 2017

Masyarakat Perdesaan dan Perkotaan

1. Masyarakat Perkotaan

Masyarakat perkotaan sering disebut dengan urban community, pengertiannya lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.
Perhatian khusus masyarakat kota tidak terbatas pada aspek-aspek seperti pakaian, makanan, dan perumahan. Tetapi mempunyai perhatian lebih luas lagi. Orang kota sudah memandang penggunaan kebutuhan hidup, artinya oleh hanya sekadarnya atau apa adanya. Hal ini disebabkan oleh pandangan warga kota sekitarnya. Kalau menghidangkan makanan misalnya, yang diutamakan adalah bahwa yang menghidangkannya mempunyai kedudukan social yang tinggi. Bila ada tamu misalnya, diusahakan menghidangkan makanan-makanan yang ada di kaleng.


2. Masyarakat Pedesaan

Masyarakat pedesaan adalah masyarakat, yaitu jumlah penduduk yang tinggal pada suatu luas wilayah tertentu misalnya saja jumlah per KM” (kilometer persegi) atau jumlah per hektar. Kepadatan penduduk ini mempunyai pengaruh yang besar terhadap pola pembangunan perumahan. Di desa jumlah penduduk sedikit, tanah untuk keperluan perumahan cenderung ke arah horizontal, jarang ada bangunan rumah yang bertingkat.
Lingkungan hidup di pedesaan sangat jauh berbeda dengan lingkungan di perkotaan. Lingkungan pedesaan terasa lenih dekat dengan alam bebas. Udaranya bersih, sinar matahari cukup, tanahnya segar diselimuti berbagai jenis tumbuhan dan satwa yang terdapat disela – sela pepohonan, dipermukaan tanah, di rongga-rongga bawah tanah ataupun beterbangan di udara bebas. Air yang menetes, merembes atau memancar dari sumber-sumbernya dan kemudian mengalir melalui anak-anak sungai mengairi petak-petak persawahan. Semua ini sangat berlainan dengan lingkungan 


3. Hubungan antara Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan

Masyarakat desa dan perkotaan masih mempunyai keterhubungan yang erat, bersifat ketergantungan, karena diantara mereka saling membutuhkan. Kota tergantung pada desa dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan-bahan pangan seperti beras, sayur, daging, dan ikan. Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi jenis-jenis pekerjaan tertentu di kota, misalnya saja buruh bangunan dan tukang becak. Mereka biasanya adalah pekerja-pekerjaan musiman. Pada saat musim tanam, mereka sibuk bertani. Bila pekerjaan di bidang pertanian mulai menurun, sementara menunggu masa panen mereka merantau ke kota terdekat untuk melakukan pekerjaan apa saja.
Sebaliknya, kota menghasilkan barang-barang yang  diperlukan oleh orang desa seperti bahan-bahan pakaian, alat, dan obat-obatan pembasmi hama pertanian, minyak tanah, obat-obatan untuk memelihara kesehatan dan alat transportasi. Kota juga menyediakan tenaga kerja yang melayani dibidang jasa atau pelayanan yang dibutuhkan oleh orang desa tetapi tidak dapat dilakukan sendiri, misalnya tenaga kerja dibidang medis atau kesehatan, montir, elektronika, dan alat transportasi serta tenaga yang mampu memberikan bimbingan dalam upaya peningkatan hasil budidaya pertanian, peternakan, ataupun perikanan.

Analisis berita tentang IPTEK dan PEMUDA

Link berita : Mahasiswa Menciptakan Mobil Listrik jenis CrossOver

Berita diatas itu adalah suatu keberhasilan mahasiswa Itenas untuk membuat mobil listrik yang berjenis crossover. Mahasiswa sekarang bisa membuktikan jika ada kemauan untuk melakukan sesuatu pasti akan menghasilkan hasil yang bagus. Walikota bandung Ridwan Kamil mengatakan bahwa anak bangsa Indonesia mampu menciptakan sesuatu yang bermanfaat seperti mobil listrik buatan Mahasiswa Itenas.

Pemerintah harus bisa mendukung teknologi ramah yang dibuat oleh mahasiswa Itenas, karena kendaraan listrik bisa mengatasi polusi udara. Jadi jika menurut saya, mobil listrik ini didukung oleh pemerintah pasti mobil listrik ini akan menjadi inovasi baru. Jika benar -  benar didukung pemerintah, mobil ini akan menjadi mobil masa depan Indonesia maupun dunia. Lebih baik pemerintah mendukung karya dari anak bangsa Indonesia, daripada uangnya hanya untuk di korupsi.

Analisis Berita Tentang Kriminalitas oleh Pemuda

Berita dari link : Pemuda Menjual Motor Baru Milik Temannya

Polisi berhasil menangkap PEMUDA 19 Tahun
Yang merupakan Pelaku Tunggal Pencurian Sepeda Motor milik Teman Sendiri
Untuk melabui keluarga korbannya, Tersangka datang kerumah korban
Dihapadan orang tua korban, Tersangka izin meminjam motor untuk menjenguk neneknya
Tersangka baru Diringkus pada keesokkan harinya
Tersangka terancam pasal 363 KUHP tentang Pencurian
Dengan ancaman Kurungan 9 Tahun Penjara



Berita diatas itu adalah sebuah kriminalitas oleh pemuda dengan cara mencuri sepeda motor dan berbohong kepada temannya. Menurut saya, kenapa pemuda itu mencuri sepeda motor temannya dan menjualnya. Lebih baik jika mencari uang itu dari hasil jerih payah keringat sendiri daripada mencuri yang bukan hak kita dan juga membuat dosa apalagi ditambah kurangan tahanan di Penjara.

Jadi menurut saya pemuda - pemuda sekarang harus lebih memikirkan terlebih dahulu apa yang ingin dilakukan dan jika dilakukan hal tersebut apakah ada konsekuensinya atau tidak, baik atau buruk hal yang akan kita lakukan. Jika sudah terjadi apa yang akan terjadi kepada kita, kita tidak bisa mengembalikkan waktu yang sebelumnya. Saran saya itu cuma agar tidak melakukan hal yang nekat dan membuat diri sendiri itu rugi.

Analisis berita tentang Pemuda

Sikap tersebut penting karena generasi muda merupakan harapan bangsa untuk menjaga agar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) agar tidak terpecah belah.   

“Anak-anak muda sekarang ini kan sudah menikmati kemerdekaan, karena mereka dulu tidak terlibat langsung dalam masalah pembentukan negara ini. Anak-anak muda sekarang harus lebih concern dengan keahliannya. Sekarang inilah bagi generasi muda kita harus mengisi kemerdekaan ini,” ujar Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia


Dalam salah satu bukunya Revolusi Pemuda 1944-1966, kata Hamdi, Anderson mengatakan Indonesia ini sebenarnya mempunyai bentuk konkret seperti ada tanah, ada kebudayaan yang banyak, ada orang Indonesia.


“Yang dimiliki Indonesia dulu itu adalah suku-suku. Geografisnya sebenarnya dulu itu kata Andeson juga tidak ada. Yang ada tanah Jawa, tanah Batak, tanah Kalimantan, tanah Ambon dan tanah-tanah seterusnya termasuk suku budayanya,” ujar Hamdi menjelaskan penelitian Anderson


Karena dijajah oleh penjajah yang sama dan punya kesamaan nasib, lalu berikrarlah para pemuda-pemuda ketika itu dalam pemikiran mereka kalau mereka semua ini menginginkan menjadi satu ikatan yang waktu itu hanya dibayang-bayangkan saja sebagai komunitas imajiner, bukan komunitas yang riil.


“Jadi bersumpahlah para pemuda-pemuda semua itu bagaimana mereka mempersatukan demi tanah yang satu menjadi Tanah Air Indonesia, menjadi bahasa yang satu, yakni Bahasa Indonesia dan menjadi bangsa yang satu bangsa Indonesia dan berikrarlah mereka itu dulu. Itu menjadi dasar mereka untuk membuat Indonesia,” ujarnya.


Hamdi mengingatkan perlu upaya menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk memahami bahwa dahulu membentuk negara dengan pengorbanan yang besar. 


Oleh karena itu, kata dia, hal itu jangan dirusak yang berpotensi membuat negara terpecah belah. Menurut dia, pemuda zaman sekarang harus bisa mencontoh pemuda zaman dahulu sebelum Indonesia merdeka.


Jadi menurut saya berita yang saya ringkas diatas itu adalah pemuda kota sekarang itu harus lebih giat untuk belajar dengan keahliannya sendiri untuk mencapai cita - cita nya. Pemuda sekarang itu sudah enak karna fasilitas untuk belajar, fasilitas transportasi dll itu sudah cukup banyak, tidak seperti jaman dahulu yang bapak / ibu kalian jika ingin bersekolah jadi berangkat dengan berjalan jauh demi untuk bersekolah.


Pemuda jaman sekarang juga sebagian besar bersekolah untuk paginya, dan untuk pulangnya itu berkelahi dengan anak sekolah lainnya. Sebaiknya menurut saya itu alangkah baiknya jika kalian itu lebih baik berbuat yang membuat nama sekolah kalian itu menjadi terkenal oleh kreativitas anak - anak sekolah kalian. Dan juga bisa membuat orang tua bahagia daripada berkelahi cuma membuat malu orang tua.

Selasa, 14 November 2017

Pengertian Warga Negara

Warga negara diartikan sebagai orang-orang yang menjadi bagian dari suatu penduduk yang menjadi unsur negara. Istilah warga negara lebih sesuai dengan kedudukannya sebagai orang merdeka dibandingkan dengan istilah hamba atau kawula negara karena warga negara mengandung arti peserta, anggota, atau warga dari suatu negara, yakni peserta dari suatu persekutuan yang didirikan dengan kekuatan bersama. Untuk itu, setiap warga negara mempunyai persamaan hak di hadapan hukum. Semua warga negara memiliki kepastian hak, privasi, dan tanggung jawab.

Definisi Warga Negara adalah rakyat yang menetap di suatu wilayah dan rakyat tertentu dalam hubungannya dengan Negara. Dalam hubungan antara warga Negara dan Negara, warga negara mempunyai kewajibankewajiban terhadap Negara dan sebaliknya warga Negara juga mempunyai hak-hak yang harus diberikan dan dilindungi oleh Negara.

Dalam hubungan internasional di setiap wilayah Negara selalu ada warga Negara dan orang asing yang semuanya disebut penduduk. Setiap warga Negara adalah penduduk suatu Negara, sedangkan setiap penduduk belum tentu warga Negara, karena mungkin seorang asing. Sedangkan seorang asing hanya mempunyai hubungan selama dia bertempat tinggal di wilayah Negara tersebut.